Tentang Meikarta

Meikarta adalah kota baru yang di bangun oleh pengembang Lippo, merupakan proyek terbesar yang pernah di bangun oleh Lippo. Meikarta sendiri memiliki desain, infrastruktur dan kecanggihan berskala internasional dan bisa menjadi kota terindah dan terlengkap di Asia Tenggara. Berdiri diatas lahan 2.200 hektar Kota Meikarta akan memiliki 100 gedung pencakar langit, mulai dari office tower, apartemen Meikarta, shopping mall, rumah sakit, sekolah, hingga hotel bintang 5 Townshop baru.

Dalam pembangunannya, Meikarta melakukan tahap pertama pembangunan diatas lahan seluas 22 Juta m² diluar lahan parkir yang rencananya akan di bangun selama 3 tahun. Pada pembangunan tahap pertama ini juga, akan ada 400 ribu rumah yang ditargetkan akan selesai tahun 2020 serta 50 gedung siap huni mulai 2018 mendatang.

LOKASI

Lokasi Meikarta berada di Cikarang, yang merupakan lokasi tengah-tengah antara Jakarta-Bandung di mana 60% ekonomi nasional berada di kawasan Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Bandung. Cikarang sendiri merupakan pusat industri di Indonesia,banyak bermukim perusahaan-perusahaan nasional dan multinasional.

WHY CHOOSE MEIKARTA?

  1. The largest project in 67 years of operation worth Rp 278 trillion – a 500 Ha new city with international standard by Lippo Group.
  2. Strategic Location, at the economic heart of Indonesia. 60% of National Economy is in the area of Jakarta-Botabek-Bandung. 70% of that 60% is located in the center of Bekasi-Cikarang. Will become the home for 15 million people in the next 20 years.
  3. Direct captive market with
    • 100,000 Business Owners
    • 100,000 Managers
    • 12,000 Expatriates
  4. Once in a life-time chance to own the critically acclaimed most beautiful city in South East Asia, for living, working & playing.
  5. Fast progress of development with expected hand over time of the 1st phase of condominium in early 2018.
  6. All supporting facilities will be built simultaneously; i.e: shopping malls, schools, offices, hospitals, central park etc.
278 Trilliun Rp

Estimated Spent

15 Million

People Population

60%

of The National Economy